Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan Spiritual. Tampilkan semua postingan
9 Karakter Suami dan Cara Menghadapinya
1.
Cara menghadapi suami yang KASAR
Seorang istri hendaknya berusaha
untuk senantiasa banyak bersikap tenang, kendorkan urat syaraf dan
mengendalikan emosi. Jangan sampai seorang istri memiliki hati yang keras pula,
oleh karena itu lembutkan hati dengan dzikrullah. Cobalah berikan senyuman
kesejukan pada setiap kerutan di dahinya. Tanamkanlah jiwa pemaaf dalam diri, biasanya
suami kasar karena sedang menghadapi banyak masalah entah itu terkait pekerjaan
kantor atau persoalan materi (finansial), cobalah mencari tahu masalah apa yang
sedang dihadapi mungkin bisa memberikan masukan atau solusi dengan cara yang
bijak dan tidak menggurui tentunya, jadilah penolong baginya dalam menghadapi
setiap problema kehidupan ini. Baca al-Qur’an dan sholat malam adalah hal yang
baik untuk sebuah bahtera rumah tangga, motivasikan ini pada suami. Selanjutnya,
setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan maka berusahalah mencari kelebihan yang
dimiliki suami dan pujilah ia. Optimislah, hentikanlah kebiasaan selalu
mengeluh dalam setiap kondisi. Banyak-banyaklah berdo’a untuknya terlebih lagi
saat ia tidak ada.
2.
Cara menghadapi suami yang TEMPERAMEN
Hal yang pertama jika suami berbicara
simaklah ucapan suami dengan baik, coba fokuskan diri kepada maksud ucapannya,
hindari memotong
pembicaraannya, sikap meremehkan (melecehkan) ucapannya, pertanyaan yang
bernada tuduhan dan sikap mengkritik pemikiran-pemikirannya. Jika ia bergurau cobalah ikut serta tertawa meski hanya di buat-buat.
Berbicaralah perlahan bukan berteriak. Saat sedang marah, lumrah saja kalau si dia tak ingin
mendengarkan saran orang lain termasuk istrinya sendiri. Ketika si dia
membantah dan tak mau mendengarkan ucapan istri, janganlah memperuncing
argumentasi dengan mendesaknya atau memaksanya menceritakan masalah yang tengah
dihadapi. Dalam situasi yang seperti ini, singkirkan ego, dan fokus untuk
menenangkan emosi si dia. Ingatlah, tidak ada kalah atau menang di antara pasangan. Salah satu tip
sukses untuk menjaga kelanggengan hubungan adalah tahu di mana saatnya harus
mundur atau mengalah sejenak. Ketika amarahnya kelewat batas, cobalah untuk
mundur sejenak. Beri dia ruang dan waktu untuk memikirkan solusi dari
permasalahan yang dihadapi. Meskipun sadar si dia yang salah, tahan diri untuk mengguruinya, apalagi
memojokkannya. Dengarkan keseluruhan cerita dan bantulah dirinya untuk
menemukan solusi terbaik. Akan tetapi jika ternyata sang istrilah penyebab dari kemarahannya,
jangan ragu untuk minta maaf duluan. Jangan gengsi! Setelah amarahnya reda,
katakan padanya bahwa cara si dia bereaksi terhadap kesalahan Anda itu sangat
menyakiti hati. Dengan demikian, si dia juga bisa introspeksi diri, untuk bisa
bersabar dan menghadapi segala sesuatunya dengan tenang.
3.
Cara menghadapi suami yang PEMALAS
Hal pertama yang harus dilakukan bagi
seorang istri adalah Jangan pernah memanggil suami dengan panggilan “pemalas”
apalagi dihadapan orang ketiga, Walaupun sang istri frustrasi dengan kondisi suami yang
malas, bukan cara yang baik untuk membentaknya dan hal ini tidak akan
memecahkan masalah. Meminta secara perlahan mungkin jalan yang paling baik.
tapi carilah hal-hal yang menyebabkan suami malas serta tidak menunjukkan sikap
setuju terhadap sikap malasnya itu. Biasanya suami pemalas sering memberikan
alasan atas kemalasannya, jangan dengar alasannya dan berdebat dengannya ketika
ia mencari alasan. hanya akan membuang waktu ketika berdebat. Tunjukkkan
konsekwensi logis dari sifat malas dan berikanlah motivasi, semangat kerja,
perbarui tekad dan rasa percaya dirinya. Bantulah sebisa mungkin saat ia
bekerja dan berbicaralah dengan santun tentang luar biasanya cita-cita yang
tinggi secara tidak langsung.
4.
Cara menghadapi suami yang CUEK
Jagalah perasaan suami jangan sampai
sang istri melontarkan kata-kata atau melakukan perbuatan yang akan menyakiti
hatinya. Pancinglah suami agar ia mau berbicara lebih banyak kalau perlu
berikan pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang panjang dan rinci. Pandailah
dalam obrolan yang dapat membuat diri suami sering bertanya tentang dirinya
sendiri. Ajaklah bersilaturahmi, biarkan ia bergaul dengan orang-orang yang
proaktif atau kawan-kawan yang penuh semangat.
5.
Cara menghadapi suami yang SUKA CEMBURU
Kalau yang satu ini sudah jelas bahwa
sang istri mesti menjaga perasaan suami, jangan berbicara dengan pria asing
apalagi di hadapannya kecuali suami mengidzinkannya, begitupun bila ada yang
bertamu kerumah harus ada idzin (kesepakatan) dari suami. Ta’atilah suami,
karena sudah selayaknya seorang istri mematuhi suaminya. Rendahkan suaramu bila
mengobrol dengannya bilkhusus bila sedang berbicara di depan orang lain.
Ciptakan suasana kondusif bila berkomunikasi dengannya. Cintai suami dengan
tulus, buatlah ia merasakan itu.
6.
Cara menghadapi suami yang TERLALU MANJA
Komunikasi harus dilakukan dengan
terbuka. Katakan terus terang pada suami tentang apa yang sang istri rasakan,
kesulitan yang dihadapi dan apa yang diharapkan darinya. Seorang istri harus
memberikan nasehat yang lembut. Tunjukkan rasa cinta kepadanya. Ajaklah anak untuk
membantu pekerjaan rumah yang ringan saja, misalnya mencuci piring atau
merapikan ruang keluarga, lalu bujuk suami agar membantu anak melakukan tugas
rumah tangga, sekaligus anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya, maka
jadikan hal ini sebagai contoh untuk anak. Akan tetapi jangan terlalu membebani
suami dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak sanggup ia kerjakan. Bantulah ia
dalam melakukan pekerjaan-pekerjaannya.
7.
Cara menghadapi suami yang TERLALU
MENCINTAI KELUARGANYA
Pergilah ke rumah keluarganya dan
cari tahu apa saja yang dia sukai dan bersungguh-sungguhlah untuk mengetahuinya,
misalnya makanan yang mereka makan. Tanyakanlah, kenalilah tabiatnya dengan
baik. Jangan tunjukkan kemarahanmu di hadapannya. Pujilah keluarganya dengan
baik dan bersikap baiklah ketika mengunjungi mereka.
8.
Cara menghadapi suami yang KIKIR
Menumbuhkan keyakinan di dalam hati suami
bahwa segala sesuatu itu milik Allah. Ketika seeorang telah merasa bahwa segala
sesuatu milik Allah maka ia tidak merasa memiliki terhadap harta apapun, andai
kata ia diberi keleluasaan rezeki oleh Allah maka hatinya akan terdorong untuk
bershodaqoh. Kemudian jelaskan bahwa konsekwensinya jika seorang mensyukuri
nikmat Allah dengan menginfakan harta di jalan Allah, maka Allah memberi
tambahan yang lebih baik, namun apabila mengingkarinya maka Allah akan
mengambil harta itu, dan pasti orang tersebut akan mengalami keperihan dan
kesedihan sebagai azab yang diterimanya. Olehnya itu ajak ia untuk selalu mewaspadai
bisikan syaitan dan nafsu yang menakut-nakuti dengan kefakiran. Sebagai motivasi berterimakasihlah atas perbuatan
yang dilakukannya, ingatkanlah suami akan hadiah yang paling indah yang pernah
dia berikan. Diskusikanlah dengannya tentang sifat dermawan secara tidak
langsung.
Jadilah istri yang dermawan (mulia)
terhadapnya dalam memberikan rasa cinta dan kasih sayang.
9.
Cara menghadapi suami yang FAKIR
Hargailah kondisi keuangan dan
kejiwaan suami. Hendaklah istri selalu bersikap ridha dan qana’ah. Ingatlah
bahwa rizki itu ada di tangan Allah. Teruslah belajar menabung. Belajarlah di
rumah sendiri pekerjaan-pekerjaan keterampilan tangan yang dapat menambah
pemasukan uang untuk keluarga. Ajarilah anak-anakmu hidup hemat dan aturlah
keuangan rumah tangga dengan baik. Jangan pernah membandingkan keadaan keluargamu
dengan keadaan tetangga atau sahabat-sahabatmu, tetapi bandingkanlah dengan
keadaan rumah Rasulullah.
By Abu Haidar Hanif
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai 9 Karakter Suami dan Cara Menghadapinya. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
5 Tingkatan Kualitas Sholat Kita

Abdul Malik bin Muhammad, dalam kitabnya membagi manusia dalam lima tingkatan terkait dengan shalat.
- Mu’aqab (kelompok yang diazab). Mereka adalah golongan manusia yang mengerjakan sholat, tetapi salah menjalankannya dan jauh dari sempurna. Selain syarat dan rukunnya diabaikan, mulai dari pelaksanaan wudhu hingga soal thoharoh lainnya juga tidak mendapat perhatian. Dapat dikatakan, mereka itu sholat asal-asalan. Waktu sholat sering dilaksanakan diluar waktunya/ tidak tepat waktu, sering terlambat, bahkan sering kali tidak dilaksanakan. Merekalah yang didalam Al Qur’an disebut “an sholatihim sahun” orang yang lalai dalam mengerjakan sholat. Kelompok ini juga termasuk orang yang dholimun linafsihi, orang yang menzalimi dirinya sendiri.
- Muhasab (kelompok yang dihisab). Golongan ini adalah mereka yang rajin melaksanakan sholat, menjaga waktu waktunya, demikian juga syarat, wajib, dan rukunnya. Secara lahiriyah seluruh ketentuan mengenai sholat sudah dipenuhinya. Wudhunya bagus, pakaiannya menutup aurat, tidak terkena najis, menghadap qiblat, tepat waktu, demikian juga semua rukun sholat tiada cacat. Sayang, satu hal yang kurang pada kelompok ini adalah kehadiran hatinya. Pada saat sholat hati dan pikirannya tidak dijaga sehingga melayang-layang entah kemana.
- Mukaffar ‘anhu (yang diampuni dosa-dosanya). Setingkat lebih baik lagi adalah kelompok orang yang senantiasa menjaga batasan-batasan sholat, menjalankan wajib dan rukunnya, bahkan menjalankan sunnah-sunnahnya, sekaligus bersungguh-sungguh di sisi Allah Subhana Wa Ta’ala dari segala godaan nafsu was-was yang mengotori pikiran dan perasaannya. Dalam sholatnya mereka sibuk menjaga hati dan pikirannya. Mereka berkonsentrasi penuh agar setan tidak berkesempatan mencuri sholatnya.
- Mutsab (yang diberi pahala). Tak sekedar diampuni dosa-dosanya, mereka termasuk orang yang berhak mendapat pahala yang berlimpah. Mereka ini adalah segolongan kecil orang yang aqimush sholat (menegakkan sholat), tidak sekedar menjalankannya. Golongan ini menegakkan sholat dengan hak-haknya, rukun-rukunnya dan hatinya tenggelam dalam menjaga batasan-batasannya. Mereka tidak membiarkan hatinya sedikitpun terlena dari segala hal yang dapat mengganggu konsentrasi sholatnya. Pada tingkatan ini seluruh anggota tubuhnya berdzikir, pikirannya berdzikir, juga hatinya berdzikir, sebagaimana firman Allah Subhana Wa Ta’ala : “Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku” (QS Thaha [20]:14).
- Muqorrib min Robbihi (yang mendekatkan diri kepada Allah). Menurut penulis buku ini, tingkatan yang paling tinggi adalah orang yang menegakkan sholat sampai pada tahap muqorrobin, yaitu orang-orang yang dekat dengan Allah. Ketika sholat, golongan ini merasa benar-benar bertemu dan berhadapan dengan Allah Subhana Wa Ta’ala. Jika tidak melihat Allah, maka mereka yakin bahwa Allah melihatnya. Mereka meletakkan hatinya dihadapan Allah Subhana Wa Ta’ala, merasa diawasi Allah, dan hatinya penuh dengan kedekatan kepada Allah. Di hatinya telah sirna segala was was dan segala pikiran diluar sholat. Mereka itulah orang-orang yang disebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai muhsinin.
Dengan mengetahui lima golongan ini, marilah kita bercermin kepada diri kita masing-masing sejauh mana kualitas sholat kita. Setelah itu marilah bersama sama untuk meningkatkan kualitas sholat kita sehingga menjadi orang yang mendapatkan ridho dari Allah Subhana Wa Ta’ala.
Wallahu a’lam
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai 5 Tingkatan Kualitas Sholat Kita. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Pentingnya Etika Dalam Bercanda
- Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam. Karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam, yang ahli baca al-Qur`an yang artimya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: “Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman”. (At-Taubah: 65-66).
- Hendaknya percandaan itu adalah benar tidak mengan-dung dusta. Dan hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
- Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya”. (HR. Ahmad dan Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).
- Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.
- Hendaknya angkau tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya engkau mudah dipermainkan oleh orang lain.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Pentingnya Etika Dalam Bercanda. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Wahai Muslimah Berpikirlah !
Allah SWT berfirman,
“Dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya.”
Maksudnya: seorang wanita tidak akan berduaan dengan seorang laki-laki.
Islam tidak melarang kita untuk mengungkapkan perasaan yang ada dalam hati. Tapi Islam memberi jalan yang bersih untuk menyalurkannya.
Hasil penelitian menyatakan bahwa hubungan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan (pacaran) hingga sampai kepelaminan itu hanya 1%, sementara 99% hanya meninggalkan kenangan pahit di hati kaum wanita yang telah menjalin hubungan selama kurang lebih 4 tahun.
Tidakkah anda berpikir wahai para muslimah, bahwa saat Allah SWT melarangmu untuk menjalin hubungan (pacaran) dengan seorang laki-laki supaya untuk menjaga hatimu, perasaanmu dan kehormatanmu.
Setelah sekian lama pacaran, engkau sepakat untuk melangsungkan pernikahan. Truss setelah menikah, barulah engkau menyadari sifat asli suamimu yang selama ini tertutupi oleh nafsu cintamu. Engkau mengetahui bagaimana suamimu bangun hingga tidur kembali, yang sebelumnya ketika pacaran, engkau tidak pernah mengetahuinya. Kemudian spontan engkau membandingkannya dengan laki-laki lain, dan akhirnya engkau merasa rugi telah menikah dengannya. Begitu pula dengan suamimu, ia baru mengetahui karakter asli yang ada dalam dirimu (istri). Ia mengetahui bagaimana saat engkau bangun hingga tidur kembali, saat hamil dan seterusnya. Lalu spontan terlintas dalam benaknya bayangan wanita lain, membandingkan engkau dengan wanita yang pernah dikenalnya. Ia tidak pernah membayangkan sebelumnya, karena pada saat berpacaran denganmu yang nampak hanyalah keindahan baju yang dikenakan saat bertemu, bau farmum yang memikat dan hubungan yang romantis, semuanya tertutupi oleh hawa nafsu.
Para psikiater menyatakan, bahwa hampir 80% perceraian yang terjadi antara suami istri itu dilatarbelakangi oleh hubungan yang terjalin sebelum menikah (pacaran). Rasulullah SAW menyatakan bahwa pada hari kiamat nanti, setiap pengkhianat akan mengibarkan bendera yang dibawanya dan bertuliskan, saya telah mengkhianati si Fulan.
Maksudnya: seorang wanita tidak akan berduaan dengan seorang laki-laki.
Islam tidak melarang kita untuk mengungkapkan perasaan yang ada dalam hati. Tapi Islam memberi jalan yang bersih untuk menyalurkannya.
Hasil penelitian menyatakan bahwa hubungan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan (pacaran) hingga sampai kepelaminan itu hanya 1%, sementara 99% hanya meninggalkan kenangan pahit di hati kaum wanita yang telah menjalin hubungan selama kurang lebih 4 tahun.
Tidakkah anda berpikir wahai para muslimah, bahwa saat Allah SWT melarangmu untuk menjalin hubungan (pacaran) dengan seorang laki-laki supaya untuk menjaga hatimu, perasaanmu dan kehormatanmu.
Setelah sekian lama pacaran, engkau sepakat untuk melangsungkan pernikahan. Truss setelah menikah, barulah engkau menyadari sifat asli suamimu yang selama ini tertutupi oleh nafsu cintamu. Engkau mengetahui bagaimana suamimu bangun hingga tidur kembali, yang sebelumnya ketika pacaran, engkau tidak pernah mengetahuinya. Kemudian spontan engkau membandingkannya dengan laki-laki lain, dan akhirnya engkau merasa rugi telah menikah dengannya. Begitu pula dengan suamimu, ia baru mengetahui karakter asli yang ada dalam dirimu (istri). Ia mengetahui bagaimana saat engkau bangun hingga tidur kembali, saat hamil dan seterusnya. Lalu spontan terlintas dalam benaknya bayangan wanita lain, membandingkan engkau dengan wanita yang pernah dikenalnya. Ia tidak pernah membayangkan sebelumnya, karena pada saat berpacaran denganmu yang nampak hanyalah keindahan baju yang dikenakan saat bertemu, bau farmum yang memikat dan hubungan yang romantis, semuanya tertutupi oleh hawa nafsu.
Para psikiater menyatakan, bahwa hampir 80% perceraian yang terjadi antara suami istri itu dilatarbelakangi oleh hubungan yang terjalin sebelum menikah (pacaran). Rasulullah SAW menyatakan bahwa pada hari kiamat nanti, setiap pengkhianat akan mengibarkan bendera yang dibawanya dan bertuliskan, saya telah mengkhianati si Fulan.
Selamat datang di blog “Kutuang Dalam Catatan” dan terimakasih telah berkunjung diblog sederhana ini. Tentang Saya
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Wahai Muslimah Berpikirlah !. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Engkau di Muliakan Kenapa Menghinakan Diri
Sesungguhnya wanita Barat telah merasakan kepedihan dan kepiluan yang mendalam, karena tujuan utama dari kehidupan mereka adalah materi dan benda. Mereka keluar dari rumah untuk memenuhi keinginannya. Mereka berdesak-desakan dalam dunia kerja dan bersaing dengan kaum lelaki sampai mereka kehilangan sifat kewanitaanya. Semua itu dilakukan demi mengumpulkan harta dan kekayaannya. Bagi yang tidak mendapatkan pekerjaan, mereka banyak berjalan di tempat keramaian untuk menjajakan keelokan, kecantikan gemulai tubuh dan parasnya. Hingga ia tidak lagi mempunyai harga diri dan kehormatan. Hampir semua wanita yang ada disana telah kehilangan kehormatan dan sifat kewanitaanya. Jika mereka telah memasuki usia senja, mereka masuk ke panti jompo dan tinggal disana sampai ajal menjemputnya.
Inikah yang diharapkan oleh para muslimah bagi dirinya, kehidupannya dan masa depannya?
Akankah para muslimah meninggalkan ajaran Islam yang telah memberikan hak-hak dan menjaga kehormatannya, sehingga mereka menjadi bagian terpenting dalam hidup ini (bermasyarakat)?
Saat Rasulullah SAW ditanya tentang siapa yang paling berhak untuk di muliakan, beliau menjawab,
“Ibumu”
“Setelah itu siapa?”
“Ibumu,”jawab Rasulullah SAW.
“Setelah itu siapa?”
“Ibumu”
“Setelah itu siapa?”
“Ayahmu.”(HR. Muslim)
Selamat datang di blog “Kutuang Dalam Catatan” dan terimakasih telah berkunjung diblog sederhana ini. Tentang Saya
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Engkau di Muliakan Kenapa Menghinakan Diri. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Membangun Peradaban
Bagaimana mungkin kaum muslimin merasa hina, sementara mereka bersama dengan manhaj Rabbani dan sunnah baginda Rasul Muhammad SAW. Manhaj inilah yang telah membangun peradaban sejak 1300 tahun yang silam. Ketertinggalan tidak disebabkan oleh manhaj itu sendiri tapi oleh penganutnya. Artinya, sebuah peradaban itu akan berdiri kokoh jika didukung dengan ilmu pengetahuan, akhlak, dan keyakinan. Peradaban barat telah berdiri dengan di topang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern, tapi mereka masih kurang dari sisi keyakinan. Mereka membutuhkan arahan dari ajaran agama kita, dan kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang telah mereka capai. Sehingga akan muncul suatu peradaban yang saling menopang, bukan saling menyerang dan meruntuhkan. Ajaran agama kita membolehkan hal itu, karena ilmu merupakan laksana barang yang hilang dari ummat Islam, maka dimanapun ia mendapatkannya, maka dialah yang berhak untuk mengambilnya.
Selamat datang di blog “Kutuang Dalam Catatan” dan terimakasih telah berkunjung diblog sederhana ini. Tentang Saya
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Membangun Peradaban. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Dimanakah Anda?
Kemanakah Anda akan berlabuh wahai pemuda muslim?
Akankah Anda hidup bersama dengan peradaban Islam ataukah dengan mengembangkan peradaban Barat?
Apakah Anda bangga dengan agama yang Anda anut, ataukah sebaliknya Anda merasa malu?
Apakah sebagai orang Islam, Anda malu untuk memegang ajarannya?
Apakah Anda sebagai muslimah juga malu untuk mengenakan jilbab?
Sesungguhnya rasa malu untuk mengamalkan ajaran Islam merupakan tanda tidak adanya kecintaan terhadap Islam dan lemahnya iman yang ada di dalam hati. Sesungguhnya percintaan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan sebelum pernikahan, itu tidak pernah dikenal pada masa lalu. Ia mulai tumbuh pada seratus tahun terakhir, saat keberagamaan kita kian luntur, hingga kita mengikuti peradaban mereka(Barat). Kita mengikuti peradaban mereka karena kita lalai dan buta terhadap peradaban kita sendiri yang begitu agung dan membanggakan. Bahkan kita tidak tahu sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. Kita lebih banyak mengisi otak kita dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan membahayakannya.
Akankah Anda hidup bersama dengan peradaban Islam ataukah dengan mengembangkan peradaban Barat?
Apakah Anda bangga dengan agama yang Anda anut, ataukah sebaliknya Anda merasa malu?
Apakah sebagai orang Islam, Anda malu untuk memegang ajarannya?
Apakah Anda sebagai muslimah juga malu untuk mengenakan jilbab?
Sesungguhnya rasa malu untuk mengamalkan ajaran Islam merupakan tanda tidak adanya kecintaan terhadap Islam dan lemahnya iman yang ada di dalam hati. Sesungguhnya percintaan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan sebelum pernikahan, itu tidak pernah dikenal pada masa lalu. Ia mulai tumbuh pada seratus tahun terakhir, saat keberagamaan kita kian luntur, hingga kita mengikuti peradaban mereka(Barat). Kita mengikuti peradaban mereka karena kita lalai dan buta terhadap peradaban kita sendiri yang begitu agung dan membanggakan. Bahkan kita tidak tahu sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. Kita lebih banyak mengisi otak kita dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan membahayakannya.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Dimanakah Anda?. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Pertanyaan Pada Prioritas Hidup Pemuda Pemudi
Bagi kaum pria, prioritas hidup adalah Istri yang cantik, anak yang cerdas, kesuksesan, pekerjaan yang mapan, mengumpulkan kekayaan, dan seterusnya. Lalu di manakah Allah SWT dalam kehidupannya?
Bagi kaum Wanita, prioritas hidup adalah menikah, melahirkan, menjaga kecantikan, mengumpulkan kekayaan dan seterusnya. Lalu dimanakah Allah SWT dalam kehidupannya?
Ketika Allah SWT, tidak ada dalam skala prioritas hidup seorang mukmin, pasti hidupnya akan diliputi dengan rasa sedih dan cemas. Ia tidak akan pernah merasa nyaman dan aman sampai kembali kepada Tuhannya dan berlindung hanya kepada-Nya.
Bagaimana kita menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:
1. Kapan Anda menangis karena takut siksa Allah SWT?
2. Kapan Anda membaca al-Qur’an sampai Khatam?
3. Kapan Anda merasa bahwa sholat itu lebih utama dari segalanya?
4. Kapan...kapan...dan kapan..?
Kita harus selalu menjaga hubungan kita dengan Allah SWT dan melakukan evaluasi sejauh mana kita telah menjalin hubungan dengan-Nya. Ketahuilah, perkara paling penting yang harus tertanam dalam hati kita adalah sejauh mana kita mengenal Allah SWT.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Pertanyaan Pada Prioritas Hidup Pemuda Pemudi. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Bingung dan Putus Asa
Banyak orang yang tidak tahu untuk apa ia diciptakan di dunia ini. Inilah pertanyaan yang kerap kali bertengger di kepala para filosof, “Kenapa aku tercipta?”. Jawaban atas pertanyaan ini erat kaitannya dengan penentuan tujuan hidup. Sebagian dari para filosof beranggapan bahwa Allah SWT, Menciptakan manusia hanya sekedar main-main. Tentunya pernyataan mereka amat bertentangan dengan firman Allah SWT,
“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?”(al-Mu’minun[23]:115)
Seorang Penyair yang bernama Iliyya Abu Madi mengungkapkan kebingungannya dengan ungkapan syair berikut;
Aku datang, dan aku tidak tahu dari mana,
Tapi aku telah datang,
Aku dapat melihat apa yang ada di depanku,
Sebuah jalan, lantas aku melaluinya,
Dan aku akan terus berjalan,
Jika aku menginginkannya ataupun merasa enggan.
Al-Qur’an memberikan jawabannya,
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”(adza-Dzariyat[51]:56-58)
Tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan tersebut kecuali Islam. Islam telah menunjukkan arah dan tujuan diciptakannya manusia.
Dan sesungguhnya tujuan yang paling utama dalam hidup ini adalah upaya mencari keridhaan Allah SWT dan masuk kedalam surga.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Bingung dan Putus Asa. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Tentukan Arah Langkah Kakimu Sebelum Melangkah
Ada sebuah cerita anak-anak yang sangat indah. Pesan yang terkandung dalam cerita tersebut adalah tentang pentingnya menentukan tujuan. Dalam kisah tersebut disebutkan bahwa suatu ketka Alis sedang berjalan. Di depannya terdapat empat jalur. Ia bingung untuk menentukan arah. Saat itulah, ia melihat seekor Kelinci, Lalu ia bertanya, “Arah mana yang seharusnya aku tuju? Jalan manakah yang harus aku lalui?”
Si Kelinci balik bertanya kepadanya, “Kemana kamu ingin pergi?”
“Aku tidak tahu,”jawab Alis
“Kalau begitu, semua jalan yang ada didepanmu sama saja,”kata si Kelinci.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tentukan Arah Langkah Kakimu Sebelum Melangkah. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Beginilah Bencana Itu Datang
Saat tentara portugal ingin mengusir kaum muslimin dari bumi Andalusia, mereka mengirim intel untuk mencari saat dan waktu yang tepat untuk mengadakan penyerangan. Saat itu, ia bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang menangis karena anak panahnya tidak mengenai sasaran. Kemudian intel itu mempelajari Islam, dan ia memahami bahwa dalam Islam terdapat ajaran untuk berjihad. Inilah yang menjadi alasan kaum muslimin rela meregang nyawa di medan pertempuran. Lalu ia berkesimpulan bahwa kaum muslimin masih cukup kuat untuk ditaklukkan. Kalau anak kecil saja sudah mulai belajar memanah, lalu bagaimana dengan pemudanya, tentunya mereka telah menguasai teknik memanah yang benar dan baik.
Kemudian mereka (musuh Islam) menyerang kaum muslimin dengan cara menyebarkan nyanyian, dan perbuatan-perbuatan rendah. Mereka membiarkan kaum muslimin menikmati sajian yang telah disiapkan oleh mereka (nyanyian dan hiburan lainnya yang mengarah pada perbuatan rendah).
Setelah itu, mereka kembali mengirim seorang intel untuk mengetahui kekuatan kaum muslimin. Ia menjumpai seorang pemuda yang sedang menangis disamping kekasihnya. Saat itulah ia mengambil kesimpulan bahwa waktu untuk menyerang telah tiba. Lantas mereka menyiapkan semua bala tentaranya untuk menyerang kaum muslimin, mereka membunuh dan menyembelih kaum muslimin laksana domba, dan mengusir yang masih hidup dari bumi Andalusia. Inilah yang menjadi awal berdirinya negara Portugal.
Jadi jika musuh-musuh kita ingin mengetahui sejauh mana kekuatan kaum muslimin, mereka cukup berjalan di jalan-jalan dan menghampiri kewula mudanya lalu menanyakan perhatian utama yang ada di pikirannya. Jika mereka mendapati pemuda Islam, banyak diantaranya yang lalai dan terlena dengan permainan dunia. Mereka pulang dengan rasa senang dan segera bersiap-siap untuk menyerang negara umat Islam.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Beginilah Bencana Itu Datang. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Awal Mula Timbulnya Penyakit
Permasalahan yang kerap kali kita hadapi adalah bagaimana kita berpikir untuk menentukan arah kehidupan yang kita jalani. Sungguh amat disayangkan, dimana kita sering melihat para remaja yang pikirannya hanya bertumpu pada pemenuhan ajakan nafsu syahwat, yaitu untuk saling memadu kasih dengan lawan jenis (yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam). Jika tujuan para remaja muslim hanya sebatas untuk memenuhi ajakan hawa nafsunya, tentunya hal ini akan semakin mengokohkan kekuatan kaum yang ingin menghancurkan Islam. Sebab itulah, Islam sangat mengecam hal seperti ini, karena jika kekuatan mereka semakin kuat dengan tanpa disadari oleh ummat Islam sendiri, mereka akan semakin berani menghina, menyakiti bahkan berusaha untuk menghancurkannya.
Allah swt berfirman,
“Bagaimana bisa (ada Perjanjian dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin), Padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang Fasik (tidak menepati perjanjian).”(at-Taubah[9]:8)
Musuh tidak akan menjaga perjanjian dan kepercayaannya dengan kaum muslimin. Hal ini yang terjadi manakala para remaja muslim tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas dalam hidupnya.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Awal Mula Timbulnya Penyakit. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Kita Bukan Binatang
Sesungguhnya orang yang hidup tanpa mengikuti risalah yang dibawa Rasulullah saw, mereka tak ubahnya seperti binatang. Relakah jika kita disebut sebagai binatang? Kita tidak diciptakan Allah swt hanya untuk makan dan minum, lalu mati, seakan-akan diri kita tidak pernah tercipta dimuka bumi.
Allah swt berfirman,
“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?”(al-Mu’minun[23]:115)
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Kita Bukan Binatang. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Ukhuwah Islamiyah
Persaudaraan merupakan ajaran Islam yang paling mendasar. Karena bagi orang yang tidak pernah memperdulikan saudaranya sesama muslim, ia tidak termasuk bagian dari ummat Islam. Adanya perasaan yang sama terhadap musibah yang menimpa seorang muslim merupakan bukti dari persaudaraan.
Selalu mendo’akannya dari kejauhan termasuk bagian dari persaudaraan. Dan terlepasnya hati dari sifat dengki dan benci terhadap orang lain juga termasuk bagian penting dari persaudaraan. Hati kita harus bersih dari berbagai sifat buruk terhadap kaum muslimin; bersih dari sifat iri, dengki, dendam, dan penyakit hati lainnya. Allah swt, berfirman,
“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”(al-Hujurat[49]:10)
Allah swt juga berfirman,
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah aku.”(al-Anbiya[21]:92)
Dalam ayat yang lain, Allah swt berfirman,
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(al-Anfal[8]:46)
Permusuhan dan perselisihan akan berakibat pada putusnya tali persaudaraan. Lebih dari itu, ia akan menjadi penyebab malapetaka yang mengoyak sendi-sendi persatuan ummat.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Ukhuwah Islamiyah. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Tegar Dalam Menghadapi Perubahan Zaman
Sejak seribu tiga ratus tahun silam, banyak tantangan dan serangan yang diarahkan pada ummat Islam, bahkan sampai pada tahun-tahun terakhir. Sekiranya ummat Islam benar-benar beriman kepada Allah swt, tentu semua tantangan dan serangan itu tidak akan berpengaruh sama sekali. Tapi, ketika keimanan ummat Islam sudah rapuh, maka pada dasarnya ummat Islam telah mati, dan musuh-musuh pun berjaya.
Tugas terpenting yang harus kita jalankan adalah berusaha selalu tetap dalam keta’atan, selalu beribadah dan menunjukkan rasa butuh kita kepada Allah swt. Sampai datang ajal menjemput. Sebagaimana yang difirmankan Allah swt, kepada baginda Rasulullah Muhammad saw,
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”(al-Hijr[15]:99)
Seorang muslim yang mengadakan transaksi dengan Allah swt adalah orang yang selalu menjaga ketaatannya. Ia menjaga waktunya dengan baik saat sebagian besar orang lalai dalam memanfaatkannya. Seakan lisannya berkata, “Walaupun manusia banyak yang lalai dalam beribadah kepada-Mu, aku akan selalu datang untuk mengabdi pada-Mu. Walau sekiranya banyak manusia yang melupakan-Mu, aku akan selalu datang untuk mengingat-Mu.” Sosok muslim seperti ini laksana malaikat yang berada di bumi dan sebagai pembawa cahaya kebenaran. Ia tidak pernah berhenti dekat dan memohon kepada Allah swt.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tegar Dalam Menghadapi Perubahan Zaman. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Tentukan Tujuanmu bagian 2
Kita harus memulai aktifitas dan pekerjaan kita dengan niat untuk menegakkan agama Allah swt. Kita harus menentukan tujuan hidup kita dibawah naungan bahwa semua perkara kehidupan ada di tangan Allah, Allah hanya akan memenangkan agama ini, Istiqamah selalu dengan keta’atan kepada-Nya, Menjalin Ukhuwa Islamiyah. Sudahkah kita berniat untuk mengisi hidup ini dengan Islam, ataukah kita hidup hanya untuk menunggu datangnya kematian?, Allah swt berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(at-Taubah[9]:38-39)
Tujuan hidup demi Islam artinya kita harus mempunyai prestasi yang gemilang, dan menempati posisi yang strategis dalam pekerjaan, juga disertai dengan usaha untuk menasehati yang lain, mengajaknya untuk beribadah, tetap optimis, tidak bosan memanjatkan do’a dan memohon ampunan atas segala kesalahan.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tentukan Tujuanmu bagian 2. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Tentukan Tujuan Hidup Sekarang Juga!
Sebagai manusia, kita harus menentukan tujuan hidup yang kita jalani. Dan tujuan yang ingin kita raih dari kehidupan dunia haruslah mempunyai nilai yang tinggi, karena hidup amatlah mahal dan tidak ada kata kembali saat mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan. Tidak ada penyesalan yang paling besar dan tidak bisa diganti dengan apapun selain penyesalan atas umur yang tersia-siakan.
Untuk itulah, sudah seharusnya tujuan hidup bagi seorang muslim adalah mencari keridhaan Allah swt, kasih sayang dan juga surga-Nya. Suatu ketika, Rasulullah saw meminta seorang pemuda untuk mengemukakan tujuan hidupnya. Si pemuda meminta agar diberi waktu sejenak untuk berfikir, Lalu ia berkata pada dirinya sendiri, “Semua kenikmatan dunia akan sirna.” Setelah itu ia berkata kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, aku berharap kelak aku dapat berkumpul bersamamu di surga.” “Apakah engkau mempunyai permintaan yang lain?”, Tanya Rasulullah. “Tidak, aku tidak menginginkan apapun selain itu.” Jawab pemuda itu. Lalu Rasulullah saw bersabda, “Kalau begitu bantulah aku agar dapat menolongmu dengan memperbanyak sujud.”
Begitu tinggi dan agung tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh pemuda tadi. Lalu, apakah kita telah menentukan hidup yang kita jalani sebagaimana tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh pemuda tadi?
Setiap orang yang berakal, ia akan menentukan tujuan hidupnya dalam setiap langkah kakinya. ia tidak akan berjalan tanpa tujuan yang pasti. Dalam setiap aktifitas pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Dibalik tujuan itu ada tujuan inti dan yang paling utama yaitu menggapai keridhaan Allah SWT. dan Surga-Nya.
Tentunya, untuk menggapai tujuan itu perlu disertai dengan mujahadah dan pengorbanan. Lantas apakah kita sudah menentukan tujuan hidup yang kita jalani, dan sudahkah kita berkorban untuk menggapainya?
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tentukan Tujuan Hidup Sekarang Juga!. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Iblis Merealisasikan Misinya, Relakah Kita?
Sesungguhnya orang yang dahulunya melaksanakan ketaatan kemudian meninggalkannya itu laksana seorang wanita yang mengenakan baju yang paling indah. Setelah ia memakainya, ia melepaskan bajunya kembali, lalu merusak jahitannya yang telah sekian lama dijahitnya dengan susah payah. Hal ini senada dengan firman Allah swt.,
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali” (an-Nahl [16]:92)
Iblis telah bersumpah untuk selalu menjerumuskan anak cucu adam agar mereka terjerembab pada kubangan dosa dan jauh dari Allah swt. Lantas bagaimana mungkin kita akan rela kalau iblis merealisasikan keinginannya? Hingga ia menjadikan diri kita lalai, berputus asa dan tidak mau melaksanakan ketaatan kepada Allah., bahkan terjerembab dalam kubangan dosa. Tidak ada jalan lain untuk menangkal semua tipu daya yang dilancarkan Iblis kecuali dengan semakin memantapkan keimanan. Allah swt berfirman,
“Dan Sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.” (Saba’ [34]:20)
Karena itu, laksanakan shalat malam meskipun hanya beberapa rakaat. Bacalah al-Qur’an meskipun hanya beberapa ayat. Pahamilah makna ibadah, sampai Allah swt menghilangkan kepedihan dan cobaan yang menimpa diri kita. Allah swt berfirman,
“Bukankah Allah yang mencukupi hamba-hamba-Nya? Mereka menakuti-nakuti kamu dengan sembahan selain Dia? Barang siapa yang disesatkan oleh Allah Maka tidak seorangpun yang dapat pemberi petunjuk kepadanya.”(az-Zumar[39]:36)
Berkaitan dengan ayat ini, Ibnu Qayyim berkata, “Kecukupan yang sempurna disertai dengan ibadah yang sempurna, dan adanya kekurangan juga disebabkan oleh kurangnya ibadah.”
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Iblis Merealisasikan Misinya, Relakah Kita?. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Istqamah Dalam Menjalankan Keta’atan
Istiqamah dalam menjalankan keta’atan atas perintah Allah swt, hendaknya selalu ada dalam diri orang yang beriman; saat mendapatkan kebahagiaan, saat mendapatkan musibah, saat diberi kemudahan oleh Allah swt, dan saat sedang dalam kesempitan. Jika hal ini dilaksanakan, pasti hasilnya akan kelihatan.Jangan sampai terlontar dari mulut kita bahwa ketaatan yang kita jalankan pada saat mendapat suatu musibah itu tidak ada menfaatnya. Karena sesungguhnya Allah swt, menurunkan musibah itu sebagai ujian untuk mengetahui kebenaran atas keimanan kita kepada-Nya.
Allah swt berfirman;
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi[980]; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang[981]. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (al-Hajj [22]: 11)
[980] Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan.
[981] Maksudnya: kembali kafir lagi.
Dalam ayat yang lain, Allah swt berfirman;
“Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", Maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah[1145]. dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya Kami adalah besertamu". Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?” (‘Ankabut [29] : 10) [1145]
Maksudnya: orang itu takut kepada penganiayaan-penganiayaan manusia terhadapnya karena imannya, seperti takutnya kepada azab Allah, karena itu ditinggalkannya imannya itu.
Musibah merupakan sunnahtullah, dan Allah swt menurunkannya untuk mengetahui siapa di antara kita yang benar-benar beriman dan yang hanya sebatas mengaku saja.
Author : Administrator
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Istqamah Dalam Menjalankan Keta’atan. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.


















