Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak Sholeh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak Sholeh. Tampilkan semua postingan
Ungkapan Yang Salah Pada Anak
Kata yang sering kita lontarkan pada diri anak, adalah; "Kamu anak yang bodoh, kamu ini jorok sekali, anak durhaka, anak tidak patuh, pemalas" ungkapan-ungkapan seperti ini akan tertanam di dalam diri anak yang seakan-akan sebagai gambaran hakiki tentang dirinya, hingga akhirnya akan mempengaruhi tindakannya, cenderung berbuat berdasarkan sifat-sifat yang di capkan kepadanya. Dan apabila kita berkata sebaliknya, misalnya;"Sungguh anakku anak yang baik hati, mulia betul akhlakmu nak, ternyata anak ibu seorang yang pemberani, anak yang rajin baca qur'an, anak sholeh, anak yang jujur, patuhnya anakku yang satu ini, wah rapinya kamarmu nak putrikukah yang merapikannya", InsyaAllah ungkapan-ungkapan yang positif ini akan sangat membantu memberikan spirit yang tepat bagi perkembangan diri anak dan akan memicu hingga ia dewasa kelak.
Ketika kita berkata kepada anak, "Tidur sendirian, apa kamu tidak takut?, atau awas ada setan" ungkapan-ungkapan seperti ini terdengar sepeleh tapi dapat menghantui pikirannya dan akan membawa dampak negatif yang bisa terbawa menjadi rujukan yang menakutkan sampai besar nanti. Oleh sebab itu kita harus cerdas dalam memberikan motivasi yang berpengaruh positif pada anak, jangan langsung mengatakan sesuatu tentang diri anak dengan perkataan yang buruk walaupun benar adanya, tapi cari kebaikan-kebaikan yang ia lakukan dan pujilah dengan setulus hati. Sengaja memperdengarkan pembicaraan-pembicaraan yang secara tidak langsung memuji perbuatan baiknya, misalnya; Nabilah sekarang telah tumbuh menjadi anak baik, ia merapikan kamar tanpa harus disuruh, sungguh saya sangat senang karena Nabilah tidak mau merepotkan orangtuanya. Selain itu berikan teladan yang baik, tidak hanya berupa ungkapan positif tapi juga perbuatan positif dari orangtuanya.
Ketika kita berkata kepada anak, "Tidur sendirian, apa kamu tidak takut?, atau awas ada setan" ungkapan-ungkapan seperti ini terdengar sepeleh tapi dapat menghantui pikirannya dan akan membawa dampak negatif yang bisa terbawa menjadi rujukan yang menakutkan sampai besar nanti. Oleh sebab itu kita harus cerdas dalam memberikan motivasi yang berpengaruh positif pada anak, jangan langsung mengatakan sesuatu tentang diri anak dengan perkataan yang buruk walaupun benar adanya, tapi cari kebaikan-kebaikan yang ia lakukan dan pujilah dengan setulus hati. Sengaja memperdengarkan pembicaraan-pembicaraan yang secara tidak langsung memuji perbuatan baiknya, misalnya; Nabilah sekarang telah tumbuh menjadi anak baik, ia merapikan kamar tanpa harus disuruh, sungguh saya sangat senang karena Nabilah tidak mau merepotkan orangtuanya. Selain itu berikan teladan yang baik, tidak hanya berupa ungkapan positif tapi juga perbuatan positif dari orangtuanya.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Ungkapan Yang Salah Pada Anak. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
7 Tips Jitu Mengatasi Anak Bandel, Nakal, dan Susah Diatur
Para pembaca yang baik hati kita jumpa kembali di “Tertuang Dalam Catatan“ dan kali ini yang saya rasa menarik untuk dibahas / untuk mendapatkan perhatian khusus oleh para orang tua terkait penanganan anak nakal kadang-kadang bisa sangat sulit bagi orang tua - terutama jika anak pertama.
Anak-anak kadang-kadang sangat sembrono dan keras kepala, dan mereka bahkan tidak siap untuk mendengarkan orang tuanya. Kita selaku orang tua tidak bisa hanya membiarkan anak kita berkelakuan seperti itu, jadi kita harus melakukan sesuatu .. tapi apa ya?....
Ya, sebuah pertanyaan besar adalah "Apa yang harus dilakukan ketika anak kita bertingkah dan tidak mendengarkan kita sebagai orang tuanya?" Dan "Bagaimana menangani dan 'menjinakkan' anak nakal / anak liar kita?"
Hari ini kita memiliki 8 tips mengagumkan yang InsyaAllah akan membantu kita menangani anak liar / anak yang nakal dengan mudah..
Tidak percaya?...
Buktikan saja setelah itu lihat apa yang akan terjadi!!
- Bila berbicara pada anak jangan berteriak atau mengeluarkan perkataan dengan nada suara kayak harimau lapar pada mereka, uuiich because ini akan menanamkan rasa takut dalam pikiran mereka, yang di kemudian hari keluar dalam bentuk tidak percaya, ketakutan, fobia dan masalah mental.
- Berbicaralah dengan mereka, pecahkan masalah dengan berbicara kepada mereka dimana muka kita sejajar dengan muka anak dan bicara dari hati ke hati. Cobalah untuk membuat mereka memahami masalah dengan mencoba untuk turun ke tingkat mental mereka. Berikan mereka alasan dan logika. Menjerit, berteriak dan memukul mereka hanya akan mengakibatkan grugdes dan keras kepala. Berbicara dengan mereka dengan berlutut, tatap matanya, tatap mukanya. karena bila kita berbicara dengannya sambil berdiri dan melihat kebawah, ini akan membuat anak merasa rendah diri kepada kita, karena ia jelas cukup kecil daripada tinggi kita.
- Jangan pernah menakut-nakuti anak. Sebagai contoh, banyak orang tua menakut-nakuti anak mereka hantu, pocong dll misalnya 'jika anak tidak mau tidur lalu ditakut-takuti akan nada syaitan atau kuntilanak yang ngambil kamu ho ho ho..jelas ini tindakan salah yang dilakukan oleh para orang tua, ini tidak akan membantu karena ini adalah tidak benar dan sebuah kebohongan, lambat laung ia akan berhenti mempercayai kita. Hal ini juga dapat mengakibatkan masalah psikologis, ketakutan dan fobia.
- Jangan pernah berbohong kepada anak. Misalnya, kita mengatakan pada anak bahwa sepulang kerja nanti abi(ayah) akan bawakan hadiah istimewa, padahal kenyataannya hal itu tidak terlaksana. Contoh lain, kita memerintahkan anak untuk mengatakan pada tamu yang berada di depan pintu rumah bahwa kita sedang tidak ada dirumah padahal saat itu kita ada. Satu-satunya orang di dunia ini yang dipercayai oleh anak secara membabi buta dan dia selalu mendongak mereka sebagai cita-cita dan inspirasi adalah orangtuanya, tetapi ketika kita berbohong padanya dan ketika dia akan tahu yang sebenarnya dia tidak akan pernah mempercayai kita lagi. Memintanya untuk berbohong akan membuat mereka memahami bahwa berbohong itu hal yang normal untuk dia dan dia akan menjadi liar tidak merasa bersalah dan akan berbohong kepada semua orang, bahkan KITA orang tuanya!
- Mempertahankan suara saat berbicara dengannya tentang perilakunya tapi jangan terlalu lunak karena hal ini akan over-menormalkan situasi. Bicara padanya dalam, tegas, suara serius dan moderat tegas seolah-olah kita sedang berbicara dalam sebuah wawancara atau berbicara dengan karyawan. Bicara padanya dengan cara yang dihormati, tidak melukai martabat, tetapi membuat ini jelas bahwa kita adalah orang tuanya dan memberikan kesan atau impresi bahwa ini bukan omong kosong.
- Jika situasi anak terlalu lepas kendali, cobalah kursi nakal! Kursi nakal adalah kursi atau tempat di mana tidak ada hiburan untuk anak, di mana anak harus duduk selama 5 menit setiap kali dia berkelakuan nakal (Selalu menjaga mereka di ruang yang sama di mana kita berada, tidak pernah mengirim dia ke ruangan lain, tidak pernah mengunci mereka di sebuah ruangan, tidak mengikat mereka). Jika anak berjalan atau meninggalkan kursi nakal (kursi hukuman) sebelum waktunya atau ia belum menyadari kesalahannya maka usahakan ia tetap berada di kursi nakal tersebut. Dan jika ia lebih nekat maka katakan padanya bahwa ia akan terus berada di tempat itu sampai ia menyadari kesalahannya, tidak mengulangi lagi dan mau meminta maaf. (Jangan biarkan waktu melampaui 10-15 menit, sebagian besar anak-anak akan dijinakkan di bawah waktu itu.) Ketika ia meminta maaf, ampunilah dia dan memeluk / menciumnya.
- Terakhir namun tidak sepeleh, jika kita melihat ada perubahan atau perbaikan pada anak maka puji dia, hargai setiap perubahan kalau perlu beri hadiah walaupun sebatas ciuman atau makanan sehat kesukaannya. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan anak tetapi juga akan memberi mereka perasaan dihargai. Dorong mereka untuk perbaikan lebih lanjut.
Pembaca yang baik hati tentunya juga telah memahami bahwa anak adalah titipan atau amanah dari Allah untuk kita, oleh karena itu kita harus merawatnya dengan baik. Ketika dia lahir, bagaikan selembar kertas kosong, putih bersih. Kita dan lingkunganlah yang memberikan warna pada hidupnya, dan menjadikan dia seperti sekarang. Jika kita didik dengan baik, maka anak akan jadi baik. Jika kita didik kurang baik, maka anak akan kurang baik juga. Seperti kata pepatah, buah tak jatuh jauh dari pohonnya.
Tapi bagaimana jika semua sudah terlanjur? Anak sudah tidak mau menuruti perintah orang tua? Membangkang, dan sebagainya? Satu hal yang perlu dipahami. Jangan pernah melimpahkan semua kesalahan pada anak. Hal inilah yang tidak banyak diketahui para orang tua.
Semoga catatan ini bermanfaat buat kita semua terkhusus buat saya pribadi selaku penulis. Akhirul qalam assalamu’alikum warohmatullahi wabarokatuh.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai 7 Tips Jitu Mengatasi Anak Bandel, Nakal, dan Susah Diatur. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Sebab Kenapa Orang Tua Terlalu Memanjakan Anaknya
- Keinginan orang tua untuk mengganti kasih sayang, kecintaan dan kelembutan yang hilang di masa kecilnya. Itu dilakukan dengan cara menumpahkan perasaaan cinta pada diri anak, memanjakan, dan berkompromi.
- Keinginan orang tua untuk mentradisikan apa yang telah mereka dapatkan dari orang tuanya di masa kecil dan menerapkan cara mendidik yang didapatkannya di masa kecil.
Hal tersebut memberikan pengaruh buruk dalam pembentukan pribadi anak, seperti hal berikut ini:
- Seorang anak tidak mampu hidup mandiri, dia tidak dapat melakukan suatu perkerjaaan, kecuali dibantu oleh orang lain (lambatnya kematangan sosial dan emosional pada anak).
- Anak selalu meminta perlindungan dan bimbingan secara terus-menerus, tidak mudah bagi dirinya melepas diri dari ketergantungan kepada orang tua.
- Anak tidak memiliki rasa tanggung jawab dan tidak dapat menghargai dengan baik, ayahnya pun tidak dapat menolak permintaannya. Oleh karena itu dia mengalami gangguan kejiwaan ketika dihadapkan oleh kendala dalam hidupnya atau manakala dia menghadapi kondisi yang tertekan.
- Tumbuh di dalam dirinya sifat egoisme dan ingin menguasai.
Ketika keluarga terbentuk dengan sistim pendidikan yang benar, yang tergambar dalam penghargaan terhadap pribadi anak dan memberikan kebutuhannya terhadap rasa aman dan nyaman, maka anak pun dapat hidup mandiri, mengkaryakan potensinya untuk melalui segala kesulitan dan menghadapi tekanan dengan lapang dada.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Sebab Kenapa Orang Tua Terlalu Memanjakan Anaknya. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Sebab-sebab Anak Jadi Bandel dan Cara Mengatasinya
- Broken Home. Hal inilah yang paling banyak menyebabkan anak menjadi bandel. Bahkan, mereka terkadang sengaja untuk menjadi bandel. Hal ini mereka lakukan tak lain hanya untuk mencari perhatian semata. Biasanya yang mereka lakukan adalah membangkang perintah orang tua, berkelahi, adu mulut, menjadi biang onar, membolos sekolah, mencuri, yang paling parah mereka mencari pelarian lain seperti narkoba dan pergaulan bebas. Bagaimana kita sebagai orang tua mengetahui bahwa anak terkena dampak dari broken home? Mudah saja. Jika kita sendiri sebagai orang tua sudah tidak nyaman dengan kondisi keluarga/pasangan kita. Maka bisa dikatakan keluarga kita sedang menuju kearah broken home. Logikanya, jika kita sendiri sudah tertekan, bagaimana dengan anak kita? Dan sebagian besar masalah utama dari broken home adalah dikarenakan pasangan orang tua yang sudah tidak ada kecocokan, yang merasa tertekan dengan pasangannya, himpitan ekonomi keluarga, perselingkuhan, dsb. Dengan egoisnya mereka membiarkan anak mereka terkena dampak dari hal ini. Orang tua yang selalu bertengkar
- Standar yang terlalu tinggi. Standar tinggi sangat dibolehkan, karena membuat kita lebih terpacu dan focus pada apa yang kita inginkan. Tapi anak kita tidaklah 100% sama dengan kita. Mudah untuk kita, belum tentu untuk mereka. Walaupun untuk hal yang satu ini tujuannya sangat baik, agar anak kelak bisa sukses, tapi seringkali caranya salah. Kebanyakan akhirnya berkembang kearah pemaksaan, sehingga menyebabkan anak stress.
- Tidak ada waktu untuk anak
- Berkata dan bersikap kasar baik pada pasangannya, anak, keluarga, dan orang lain
- Berbohong/Ingkar janji terus menerus
- Pilih kasih/mengadu domba
- Kehadiran orang tua tiri yang kurang bijak
- Perilaku buruk orang tua yang sangat cepat ditiru anak
- Menyakiti secara Verbal, mental maupun fisik
- Minimnya pembekalan agama
- Discommunication
- Himpitan ekonomi
- Tidak mengawasi kegiatan/pertemanan anak
- Ketidakdewasaan/Labil
- Biang Onar/Tukang berantem
- Otoriter tidak karuan
- Terlalu memanjakan
- Sering berbohong
- Kebencian
- DLL
FAKTOR EKSTERNAL
- Salah pergaulan
- Tekhnologi
- Lingkungan yang tidak sehat
- Dll
Cara Mengatasi :
- Buka hubungan komunikasi. Kunci dari hubungan yang sehat dan bahagia antara orang tua dan anak remajanya adalah komunikasi. Baik dengan ayah maupun ibu. Dan tanda dari hubungan yang harmonis adalah apabila anak mau berbagi atau melaporkan permasalahan yang dihadapinya di luar rumah pada orang tuanya.
- Dengarkan. Orang tua terbiasa memberi pendapat atau memberi perintah. Coba sesekali menjadi pendengar. Dengarkan apa yang dinginkan anak dan setelah itu beri respons yang semestinya. Keras kepala anak akan berkurang apabila dia merasa didengar. Namun, pada saat yang sama, orang tua harus membatasi perdebatan. Jangan biarkan anak berbicara terlalu lama dan mendominasi. Dengarkan secukupnya dan ambil keputusan. Anak harus tahu bahwa orang tualah yang berkuasa dan punya otoritas tertinggi di rumah.
- Selektif berdasarkan skala prioritas. Kalau anak melakukan banyak pelanggaran dari aturan yang telah dibuat, maka prioritaskan menangani pelanggaran besar yang harus ditangani lebih dulu. Biarkan pelanggaran kecil dilakukan anak, setidaknya untuk sementara. Pelanggaran besar dapat bersifat universal atau hanya internal dalam keluarga. Tindakan kriminal adalah salah satu contoh pelanggaran besar yang bersifat universal. Utamakan mengatasi hal ini lebih dulu, dibandingkan pelanggaran besar yang bersifat internal.
- Beri kesibukan positif. Ikutkan pelatihan atau kursus keterampilan yang sesuai dengan bakatnya. Jangan biarkan anak bersantai dengan lingkungan yang kurang kondusif.
- Berdoa kepada Allah setiap selesai solat lima waktu. Apabila mungkin lakukan sholat tahajjud secara berjamaah di rumah setiap malam. Bagi seorang muslim, usaha yang maksimal adalah usaha nyata yang diikuti dengan doa kepada yang Maha Kuasa.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Sebab-sebab Anak Jadi Bandel dan Cara Mengatasinya. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
5 Akibat Bila Terlalu Memanjakan Anak
Diantara bentuk cinta yang berlebihan dari orangtua kepada anaknya adalah seringnya dia memanjakan. Dia memenuhi apa saja yang diminta anak, meskipun hal itu sulit di wujudkan sampai kapan pun. Perilaku yang demikian ini menjadikan anak merasa bahwa dirinya adalah sosok yang selalu dipenuhi permintaan dan perintahnya, sehingga hilanglah kepribadiannya dan menjadikannya mudah menyerah.
Adapun 5 akibat bila terlalu memanjakan anak yaitu;
- Melemahkan anak dalam memikul tanggung jawab, karena seluruh permintaannya dipenuhi. ,
- Anak "menguasai" orang tuanya dan membuat keduanya tunduk pada anak.
- Menanamkan rasa cemburu dan sombong dalam diri anak dan dia selalu mengulangi ungkapan, "Ayahku tidak pernah menolak permintaanku" atau "Ibuku tidak pernah menolak permintaanku".
- Penentangan anak terhadap perintah orang tua dan kuranganya rasa hormat kepada keduanya atau terhadap aturan yang harus dilaksanakan.
- Perubahan pribadi anak yang manja menjadi sosok yang tidak mampu beradaptasi secara sosial, karena dia selalu beranggapan bahwa teman dan sahabatnya akan mengabulkan permintaan dan keinginannya. Oleh karena itu dia terlihat kesepian tanpa teman.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai 5 Akibat Bila Terlalu Memanjakan Anak. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Sikap Positif Orang Tua Menghadapi Anak Rewel
Berpikir Positif.
Orangtua jangan mudah putus asa bila melihat anak rewel dan tergolong bertemperamen. Tumbuhkan saja pikiran positif bahwa orangtua dapat membentuknya menjadi anak yang baik. Dengan keyakinan ini, interaksi anak dan orangtua yang terbentuk akan baik.
Tidak Mengalah pada Kerewelan Anak.
Cara orangtua berinteraksi dengan si anak dapat mempengaruhi sikapnya. Misalnya, si anak memiliki kecenderungan rewel dapat jadi bertambah rewel ketika dia tahu rewel merupakan senjata mencari perhatian. Atau berusaha agar keinginannya terpenuhi. Jadi, jangan mengalah pada rewelnya anak.
Tidak Memberikan Label.
Pemberian label pada anak malah akan menyebabkannya menjadi tak percaya diri. Bahkan bisa jadi seperti yang dilabelkan selama ini. Umpama, diberi label si rewel dan si cengeng. Bisa jadi anak memilih bersikap rewel sepanjang waktu.
Fokus pada Sikap Anak.
Untuk membangun sikap positif anak, perhatian pada sikap manis anak dan berikan penghargaan. Jangan hanya perhatian ketika anak menangis, merengek, atau marah saja.
Tidak Membanding-bandingkan.
Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Tugas orangtua adalah memaksimalkan kelebihan setiap anak dan meminimalkan kekurangannya. Itu dapat menumbuhkan rasa percaya si anak bahwa dirinya memang memiliki keistimewaan.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Sikap Positif Orang Tua Menghadapi Anak Rewel. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Jangan Kasar Pada Anak
Merupakan anggapan yang salah dari para orang tua yang meyakini, bahwa dengan kekasaran dan pukulan ia dapat mendidik generasi yang mampu mengemban tanggung jawab. Karena perilaku tersebut dapat membunuh titik penting kekuatan pribadinya dan akan membentuk sosok yang memiliki sifat berikut ini;
- Takut. Ketika seorang anak selalu merasa ketakutan kepada orang tua, maka terputuslah komunikasi antara dia dan orang tua. Perilakunya terusik saat bersamanya, sehingga dia selalu menghindar. Jika anak melihatnya, timbul perasaan takut dan berlari kekamar. Dan jika dia lewat didekatnya, anak langsung menjauh dan menghindar darinya.
- Linglung. Anak akan kehilangan rasa percaya diri dan selalu bersikap linglung. Dia tidak mampu mengambil suatu keputusan. Fenomena tersebut semakin jelas terlihat saat anak beranjak dewasa.
- Penyendiri dan tidak mampu berinteraksi dengan orang lain, sehingga ia menjadi sosok yang kesepian dan menjadi pemurung, Lalu hilanglah sifat yang terpenting, yaitu daya tarik pribadi.
Memukul anak dan menyakitinya memiliki pengaruh kejiwaan didalam dirinya. Dia akan merasa terhina dan sakit begitu hukuman dijatuhkan. Sanksi fisik merupakan sesuatu yang tidak dihindari oleh jiwa manusia. Ia akan merasakan ketidaknyamanan, karena hal itu bertentangan dengan kemuliaan fitrah manusia, yang telah di muliakan Allah SWT dengan amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Jangan Kasar Pada Anak. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Kenali Anak Sebab Kita Mantan Anak
Sekedar Intermetzo...
Pembaca yang hasan saya rasa kita sepakat
kalau dunia anak itu adalah dunia bermain. Tapi terkadang kita lupa, sebagai
orang tua terkadang disaat-saat tertentu kita tidak mengerti perasaan mereka.
Jangan lupa, sebelum kita menjadi orang
tua, kita dahulu juga pernah menjadi seorang anak. Jika masa kecil kita kurang
baik, bukan berarti kita membuat masa kecil anak kita sama seperti kita.
Terkadang obsesi yang berlebihan dapat menyebabkan orang tua memaksakan kehendak kepada anaknya tanpa memperhitungkan keinginan dan kemampuan anak.
Pada masa kanak-kanak, otak berkembang dengan pesatnya. Mereka menangkap pelajaran dengan cepat. Jika kita memberikan contoh yang tidak baik, maka mereka pun akan mencontohnya dengan sangat handal. Dan kenyataan bahwa perbuatan yang tidak baik, lebih mudah ditiru daripada perbuatan baik.
Jadi berhati-hatilah pada semua ucapan dan tindakan kita. Karena pengaruh terbesar terhadap diri anak adalah dari keluarga. Terutama dari orang tua. Sisanya adalah factor lingkungan.
Terkadang obsesi yang berlebihan dapat menyebabkan orang tua memaksakan kehendak kepada anaknya tanpa memperhitungkan keinginan dan kemampuan anak.
Pada masa kanak-kanak, otak berkembang dengan pesatnya. Mereka menangkap pelajaran dengan cepat. Jika kita memberikan contoh yang tidak baik, maka mereka pun akan mencontohnya dengan sangat handal. Dan kenyataan bahwa perbuatan yang tidak baik, lebih mudah ditiru daripada perbuatan baik.
Jadi berhati-hatilah pada semua ucapan dan tindakan kita. Karena pengaruh terbesar terhadap diri anak adalah dari keluarga. Terutama dari orang tua. Sisanya adalah factor lingkungan.
Jika sebagai orang tua kita sudah membekali
anak kita dengan prinsip-prinsip hidup yang baik, mental yang baik. Maka
insyaAllah buruknya pengaruh luar tidak akan menjadikan mereka kehilangan arah, .
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Kenali Anak Sebab Kita Mantan Anak. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Tips Mendidik Anak Cerdas
Tips mendidik anak jadi cerdas dan pintar sebagai berikut:
1. Sering-seringlah mengajak anak berkomunikasi dan memberikan banyak pengetahuan mengenai segala hal yang tentunya harus disesuaikan dengan tahap perkembangan dan pertumbuhan sang anak itu sendiri.
2. Membelikan anak mainan huruf serta mainan berbagai bentuk seperti kotak, bola, dll terbuat dari plastik serta simpan di kamar mandi. Setiap saat mandi memperkenalkan ia dengan cii-ciri baru serta berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan demikian, anak-anak perlahan dapat mulai mempelajari hubungan pada bicara serta menulis didalam bahasa.
3. Membeli satu set pelajaran serta pendidikan untuk anak-anak. Bisa berupa buku, video, kaset, serta bagaimana mengajarkannya, membaca serta pelajaran yang baik buat anak-anak. Membelikan ensiklopedia diilustrasikan spesial untuk anak-anak juga, ini akan sangat membantu.
Memberikan les privat kepada anak-anak dalam waktu-waktu senggangnya sesuai dengan tingkat perkembangan dan pertumbuhan anak.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tips Mendidik Anak Cerdas. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Tips Mendidik Anak Agar menjadi Anak yang Sholeh
Tips mendidik anak menjadi sholeh-sholehah yang insyaAllah bisa kita praktekkan dalam kehidupan berumahtangga yang mana kita berharap semoga Allah memberi kemudahan atas segala ikhtiar adalah sebagai berikut :
1. Mulai dari diri kita selaku orang tua.
Bila kita menginginkan anak kita menjadi anak yang sholeh sholehah, maka sebagai orang tua harus bisa menjadi pribadi yang sholeh terlebih dahulu. Jangan sampai kita menuntut anak kita menjadi baik padahal kita sendiri belum menjadi baik. Kita sebagai Orang tua harus bisa menjadi sholeh-sholehah dahulu tentu melengkapi diri dengan berbagai ilmu, juga agar dapat digunakan dalam pengasuhan anak. Ketika anak dibekali oleh bangunan keagamaan yang baik, hal ini akan menciptakan langkah antisipasi terhadap bencana kebobrokan akhlak anak dimasa depan. Jadi sekedar memerintahkan anak untuk berbuat, tidaklah cukup membentuk karakter dan pribadi yang sholeh pada diri mereka. Orang tua juga harus sanggup untuk memberikan keteladan yang baik terlebih dahulu.
2. Bekali anak ilmu tentang agama ini.
Pengetahuan dan pemahaman ilmu agama yang benar dengan pengaplikasian pada diri anak bisa menjadi benteng sang anak dalam kehidupan remaja dan dewasanya nanti agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif maupun buruk baik bagi dirinya sendiri atau pun keluarga serta orang-orang yang ada di sekitarnya.
3. Proteksi lingkungan pergaulan anak.
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pola pikir, pola kepribadian dan pola tumbuh kembang si buah hati kita. Untuk itulah orang tua harus cermat dalam memperhatikan pergaulan anak dan dengan siapa anak kita bermain dan berteman. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadist yang berbunyi :"Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap." (HR. Bukhari Muslim).
4. Kesabaran, do'a, dan Tawakkal.
Orang tua harus mempunyai 3 hal tersebut di atas agar bisa menjadikan anak-anaknya menjadi baik dan bermanfaat untuk banyak orang kelak dikemudian hari. Kesabaran hati dengan penuh keikhlasan orang tua akan membuat apa yang mereka sampaikan mudah diserap dan dipahami anak. Dan yang tidak kalah penting, adalah dengan terus mendoakan mereka, supaya selalu berada dijalan Allah, insyaAllah kelak menjadi generasi islami yang membanggakan dan terakhir bertawakkal pada ketentuan Allah atas segala ikhtiar kita karena kepadanya jualah segala keputusan.
Demikian tips mendidik anak agar menjadi baik dan sholeh yang bisa dilakukan oleh para orang tua.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tips Mendidik Anak Agar menjadi Anak yang Sholeh. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.










