Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Cara Meminimalisir Faktor Negatif Dalam Kehidupan Kita
Assalamu ‘alaikum wr...wb...
Para pembaca yang budiman kembali kita berjumpa lagi. Sehubungan artikel kemarin saya telah menguraikan tentang penyebab petaka dan kecelakaan ialah diri yang lepas control dan tak terkendali, karena hawa nafsu menghalang-halangi akal. Nah kali ini saya akan memaparkan solusinya dengan 12 Cara Meminimalisir Faktor Negatif Dalam Kehidupan Kita termasuk sikap menunda-nunda pekerjaan, antara lain;
- Tidurlah secukupnya dan jangan berlebihan. Sangat baik kalau kita tidur lebih awal dalam keadaan telah berwudhu.
- Bangunlah dini hari dan jangan banyak berguling-guling di tempat tidur
- Kerjakan sholat subuh pada waktunya secara berjama’ah.
- Jangan lupa membaca dzikir pagi hari (misalnya; al-ma’tsurat), sebab dzikir pagi hari adalah kunci kebahagiaan hari kita.
- Rancanglah program harian kita dengan hati tenang. Sangat baik kalau kita membaca program harian kita sekali lagi dan merenungkan sebagian besar isinya.
- Usahakan program harian yang bervariasi, berisi banyak hal yang kita sukai, mayoritasnya diperkirakan sukses kita kerjakan dan berupayalah untuk memulai program harian dengan hal-hal tersebut.
- Ketika kita keluar untuk merealisir program harian, mulailah dengan do’a keluar rumah dan do’a naik kendaraan jika kita naik kendaraan untuk pergi ketempat kerja.
- Tersenyumlah kepada saudara-saudara seagama pada hari itu setelah mengucapkan salam kepada mereka.
- Pertama-tama usahakan untuk mengerjakan program harian kita, dalam arti selesaikan program harian kita pada akhir hari itu dan tidak meninggalkan PR untuk keesokan harinya.
- Jika kita pulang kerumah, bercandalah dengan istri dan anak-anak. Baik sekali kalau kita membawa hadiah untuk mereka. Hargailah siapa saja diantara mereka yang sukses pada hari itu, kendati sebatas dengan kata-kata. Berilah semangat siapa saja diantara mereka yang sedang gagal, dan bantulah untuk mengatasi kegagalannya.
- Sisipkan di program harian kita waktu untuk beristirahat, bersantai dan rekreasi, kendati Cuma sebentar.
- Libatkan diri dengan tetangga, teman dekat, dan sanak kerabat, di acara-acara sosial mereka dengan cara yang tepat.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Cara Meminimalisir Faktor Negatif Dalam Kehidupan Kita. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Satu Menit Amat Berharga.
Tak terasa beberapa tahun yang lalu, tulisan ini sempat saya baca sejak pertamakali di pubikasikan dan masih merupakan barang langkah.. tapi kini tulisan ini sudah bukan informasi yang baru lagi, sudah banyak blog yang memuatnya dengan variasi mereka masing-masing...dan mengingat lain dan banyak hal, saya rasa menarik untuk di share lagi (saya lupa siapa penulisnya, sumber artikel ini tidak saya cantumkan karena tidak jelas siapa pengarang aslinya, semoga penulisnya mendapat kebaikan).
Kunci sukses ibu rumah tangga, pandai-pandai mengatur waktu antara kantor dan rumah tangga 24 jam bisa terasa panjang, bisa pula terasa pendek, tergantung bagaimana Anda memanfaatkannya. Seorang ibu yang memiliki empat orang putra termasuk dua balita, dengan dibantu seorang pelayan, mampu menyelesaikan tugas-tugas cuci, masak, bersih-bersih rumah dan setrika setiap hari. Itu masih ditambah komunikasi mingguan dengan pihak sekolah dari ke-3 putranya, mengikuti kursus tajwid dan bahasa Arab, aktif di majelis ta'lim masjid kompleks, membaca satu hingga dua buku setiap bulannya, khatam al-Qur'an setidaknya sekali dalam sebulan, membuka internet setidaknya satu jam setiap hari, dan menjadi agen sebuah majalah dakwah untuk menambah penghasilannya. Waktu yang dimiliki setiap ibu sama, 24 jam sehari. Namun hasil yang diperoleh bisa jauh berbeda.
Kunci sukses ibu rumah tangga, pandai-pandai mengatur waktu antara kantor dan rumah tangga 24 jam bisa terasa panjang, bisa pula terasa pendek, tergantung bagaimana Anda memanfaatkannya. Seorang ibu yang memiliki empat orang putra termasuk dua balita, dengan dibantu seorang pelayan, mampu menyelesaikan tugas-tugas cuci, masak, bersih-bersih rumah dan setrika setiap hari. Itu masih ditambah komunikasi mingguan dengan pihak sekolah dari ke-3 putranya, mengikuti kursus tajwid dan bahasa Arab, aktif di majelis ta'lim masjid kompleks, membaca satu hingga dua buku setiap bulannya, khatam al-Qur'an setidaknya sekali dalam sebulan, membuka internet setidaknya satu jam setiap hari, dan menjadi agen sebuah majalah dakwah untuk menambah penghasilannya. Waktu yang dimiliki setiap ibu sama, 24 jam sehari. Namun hasil yang diperoleh bisa jauh berbeda.
Anda pun dapat mengelola waktu dengan baik, jika Anda mempersiapkan rencana dengan baik pula. Bagaimana jika dimulai dari sekarang?
1. Pilah Memilah Waktu
Dalam rutinitas kehidupan sebuah keluarga, masing-masing memiliki beberapa jenis waktu spesifik yang bisa diprioritaskan untuk diklasifikasikan. Seorang ibu yang juga bekerja di luar rumah harus bisa membagi waktu dengan baik antara pekerjaan kantor dengan rumah. Ia selesaikan pekerjaan kantor tanpa membawanya ke rumah. Di manapun ia berada ia bisa mengontrol kegiatan anak-anak lewat hand phonenya. Di rumah, ia akan bermain bersama balitanya secara total selama sepuluh hingga lima belas menit, namun setelah itu ia akan serius mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ibu yang lain tinggal bersama mertua yang sudah tua dan sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatan dan perhatian khusus, maka ia harus benar-benar membagi dengan baik waktu untuk mertua , suami dan untuk anak-anaknya. Ia banyak berbincang dengan mertua ketika anak-anak sedang sekolah, dan membimbing mertuanya untuk duduk di teras depan menikmati pemandangan luar. Sore hari ia harus menemani anak-anak belajar. Malam hari adalah waktu bersama keluarga di depan televisi, dan setelah anak-anak tidur ia akan menyediakan waktu satu jam untuk berdiskusi dengan suaminya. Ada pula ibu yang sehari-hari ditinggal suaminya dinas di kota lain dan hanya pulang pada Sabtu dan Ahad. Maka dia meminta anak-anaknya untuk sebisa mungkin tidak membuat rencana kegiatan bersama teman-temannya pada Sabtu dan Ahad karena itu adalah waktu keluarga. Sebaliknya, Senin hingga Jum'at dipergunakan ibu untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan untuk dirinya sendiri. Secara umum pun, ibu bisa memilah pembagian waktu antara waktu untuk ibadah-ibadah maghdah dengan waktu untuk urusan duniawi. Dengan mengupayakan shalat tepat waktu, menyediakan waktu untuk shalat dhuha dan shalat lail, juga mengalokasikan beberapa puluh menit untuk membaca al- Qur'an.
Bagaimana dengan model pengklasifikasian yang paling tepat untuk keluarga Anda? Tentukan prioritas pengklasifikasian waktu ini berdasar pengalaman rutinitas sehari-hari.
2. Semenitpun Berharga
Sekali waktu jadwal kegiatan itu dievaluasi. Bila merasa masih memiliki waktu luang pada sore hari, misalnya saat anak-anak menonton film anak di televisi, apa yang sebaiknya dilakukan? Sementara ia tetap berada di dekat putranya, mengingat film-film anak itupun masih memerlukan bantuan sensor dari orang tua. Maka memilih kegiatan membuat ketrampilan bisa menjadi solusinya. Membuat bunga dari pita, membuat tas dari manik-manik, menyulam kruistik, hingga membuat boneka, yang hasilnya bisa dijual ke tetangga kanan kiri untuk menambah penghasilan.
Bila Anda hanya memiliki waktu lima belas hingga tiga puluh menit sebelum Maghrib, ketika suami belum juga sampai di rumah, maka ia membaca beberapa buku bacaan untuk menghabiskan waktu, itu juga baik. Jika kita bisa menghargai waktu, sesungguhnya semenit dalam sehari itu sangatlah berharga dan Anda akan bersyukur karena memiliki waktu luang walau hanya lima menit sehari. Misalnya kita memiliki wadah tertutup yang praktis, khusus untuk perangkat tas manik-maniknya yang bisa dengan mudah kita buka ataupun bereskan. Ketika menghadapi waktu luang walau hanya sepuluh menit, kita akan meneruskan rangkaian manik-maniknya itu. Dengan cara seperti ini kita bisa menyelesaikan sebuah tas dalam waktu lima hari tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk itu. Manakala dalam sebulan kita mampu membuat enam buah tas dengan harga satuan seratus ribu rupiah, Anda bisa hitung pemasukannya yang lumayan hanya dengan cara memanfaatkan waktu-waktu sisanya. Lima menit setiap hari ketika ibu menunggu adzan dhuhur tiba, dalam sebulan menjadi 150 menit atau 2,5 jam. Waktu sebanyak itu bisa Anda pergunakan untuk membaca habis sebuah buku, atau menghafal satu surah pendek al -Qur'an, atau membuat manik-manik tas maupun tempat tissue. Nah, dalam setahun, berapa nilai tambah itu akan semakin bertambah?Jangan membuang semenit pun waktu luang yang ada dalam hidup Anda. Seandainya Anda harus merebahkan diri untuk beristirahatpun, manfaatkan untuk berdzikir dengan nyaman! Ingatlah pesan-pesan Rasulullah saw ini:
"Pada setiap terbit fajar ada dua malaikat berseru :'Wahai anak Adam, aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan semua amalan kamu, oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya, karena aku tidak akan kembali lagi hingga hari Pengadilan'". Juga , "Rugilah barang siapa yang dalam dua hari hidupnya sama saja." (Dari Berbagai Sumber )
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Satu Menit Amat Berharga.. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Rahasia Kecantikan Para Wanita.

Para suami dan isteri semakin tidak sanggup untuk saling menanggung pasangannya. Di masa lalu keadaannya tidak seperti ini. Cinta yang mereka miliki memberi mereka cahaya, dan wajah mereka semakin bersinar setiap hari. Karena ibadah mereka kepada Allah membuat para pria dan wanita tersebut dipakaikan pakaian cahaya, kecantikan dan cinta.
Saat ini orang-orang tidak tertarik untuk beribadah kepada Allah. Mereka melalaikan hal tersebut. Sebagai hukumannya, mereka saling merasa bahwa pasangannya tidak menarik (jelek). Mereka hanya mengandalkan kecantikan lahiriah (fisik) yang mirip dengan kecantikan boneka maneqin di etalase toko.
Menyerupai pria dan wanita, memakai pakaian, tapi tak memiliki rasa. Tapi bila seseorang dipakaikan dengan keindahan surgawi, sebagai berkah dari Allah swt, maka tak akan pernah kehilangan kecantikannya walaupun sudah mencapai usia 90 atau 100 tahun. Tidak akan pernah berubah, karena mereka selalu diberi pakaian surgawi !
Para Rasul dengan pengetahuan surgawinya berkata : "Jika seseorang ingin kelihatan cantik atau dipakaikan pakaian kecantikan pada mereka, mereka harus berusaha bangun tengah malam dan subuh. Karena pada waktu-waktu tersebutlah cahaya terang spiritual muncul dan dipakaikan pada orang-orang.
Dan ibadah tengah malam dan subuh mereka akan tampak pada wajahnya. Allah menganugerahkan pada mereka cahaya yang terang dan cinta. Siapapun yang menginginkannya , dapat memohon pada Allah pada waktu-waktu tersebut. Allah swt akan mengirimkan malaikat-malaikat dengan cahaya dan pakaian surgawi. Ia akan memakaikan para hambanya yang beribadah padaNya di bumi, yang melakukan salat dan memuliakanNya Namun orang-orang sudah melupakan hal ini dan berusaha keras mempercantik wajah dan tubuhnya dengan kosmetik ( menghamburkan jutaan dolar dan Euros). Membuat bibir mereka tampak seperti bibir keledai ! Mereka berusaha membuat diri mereka lebih muda.
Para remaja tidak berkata bahwa Allah yang memberikan mereka kecantikan, tapi mereka minta untuk memakai kosmetik agar tampak cantik, dan tak akan bisa! Selama para pria diizinkan memandang wanita, mereka akan mengambil kecantikan dari wajah dan tubuh wanita. Maka para wanita yang berjilbab dan berpakaian menutup aurat , wajah dan tubuhnya akan tetap segar dan cantik, tanpa kosmetik !
Mereka tidak mengerti sumber utama kecantikan itu berasal dari mana. Mereka bertanya kenapa wanita Muslim memakai jilbab. Itu gunanya untuk menjaga kecantikan mereka ! Tapi para wanita sekarang terlalu bodoh! Wanita yang cerdas tidak akan menyia-nyiakan kecantikannya. Zaman dahulu, para wanita menjaga wajah dan tubuh mereka agar tidak disentuh oleh seseorang yang tidak halal untuk mereka.
Orang-orang yang mengikuti setan dan ajarannya, akan jatuh dalam kesulitan yang merusak spiritual dan fisik manusia. Di masa lalu, spiritual terpelihara jika fisik dijaga. Sehingga semakin banyak kebahagiaan dan kecantikan dianugerahkan pada mereka.
Sekarang para wanita ingin membuka dan memamerkan kecantikan mereka. Tapi mereka tak akan berhasil, karena kecantikan mereka akan cepat memudar ! Terutama para wanita yang bekerja dengan pria. Pandangan para pria tersebut membawa efek buruk bagi mereka dan mereka cepat menjadi tua. Kecantikan para wanita yang bekerja dengan pria akan rusak. Keindahan dan kondisi tubuh mereka menurun dengan pesat.
Sekarang ini banyak sekali wanita yang mengeluh sakit. Misalnya mereka mengatakan terkena kanker. Dan saya bertanya berapa usianya, dan mereka mengatakan, 25 tahun ! Bagaimana bisa begitu ? Terutama para gadis yang masuk universitas dan selalu dekat dengan pasangannya. Saat mereka lulus, kondisi fisik mereka sudah turun. Mereka menunda pernikahan, dan menghabiskan waktu mereka di universitas, belajar untuk mendapat ijazah yang tidak ada manfaatnya ! Cara yang salah untuk manusia, karena mereka mengikuti ajaran setan ! Dan sekarang negara-negara membuat peraturan bahwa pria dan wanita adalah setara.
Jika kita setara, semua pria harus menjadi wanita ! Itu adalah setara. Allah menciptakan pria sebagai pria dan wanita sebagai wanita. Bagaimana orang bisa mengatakan bahwa pria dan wanita setara ? Kebodohan apa ini ?! Sampai saat ini mereka membuat kesulitan bagi berbagai bangsa. Tapi mereka tak akan berhasil.
Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani dari buku A Taste of Reality
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Rahasia Kecantikan Para Wanita.. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
7 Rahasia Agar Tetap Awet Muda
Assalamu ‘alaikum, posting kali ini tentang rahasia agar tetap awet muda melihat relita bahwa banyak orang yang mengeluhkan keadaan kulit dan wajah mereka yang tampak lebih tua daripada umur sebenarnya, nah tanpa berbicara panjang lebar langsung saja untuk mengatasi masalah ini, ada 7 rahasia agar anda tetap tampak awet muda (catatan;bukan tidak bertambah tua):
Pertama: Anda harus selalu merasa bahagia
Merasa bahagia adalah salah satu kunci utama agar tetap terlihat awet muda. Dalam setiap kegiatan, usahakan agar apa yang Anda lakukan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Hindari stres, perasaan bersalah dan tertekan karena paksaan orang lain. Ingat, apa yang Anda rasakan akan tercermin pada wajah Anda. Jadi, orang yang sedang bahagia, wajahnya akan terlihat berseri-seri, santai dan lebih muda daripada usia sebenarnya.
Kedua: Anda harus banyak bergerak
Berolahraga adalah cara agar awet muda. Lakukan joging, jalan cepat, bersepeda maupun berenang sekitar 30 menit setiap hari. Dengan olahraga, risiko terkena serangan jantung, osteoporosis, dan kanker pun akan mengecil. Olahraga teratur dapat menambah fleksibilitas otot, memperkuat tulang, serta mengurangi stres, karena sel-sel tubuh mendapat lebih banyak oksigen. Tidur Anda pun akan nyenyak.
Ketiga: Banyak konsumsi vitamin C
Vitamin C bisa Anda peroleh dari buah-buahan segar (terutama jeruk), sayur-mayur berwarna hijau (brokoli dan lain-lain) atau suplemen vitamin C sebanyak 1000 mg perhari. Vitamin C terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko terkena kanker dan melindungi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh polusi. Di samping itu,perbanyak minum air putih. Meminum air putih 8 gelas per hari akan mengurangi stres, menjaga kesegaran kulit, serta memperlancar kerja organ tubuh.
Keempat: Anda bisa gunakan pelindung UV
Matahari adalah salah satu faktor utama penyebab penuaan dini. Oleh karena itu, gunakan selalu lotion pelembab secara teratur setiap hari, khususnya bila akan bepergian, agar kulit tetap segar, lembab dan tidak terbakar sinar matahari, terutama sinar ultra violet (UV).
Kelima istirahat yang cukup
Manusia butuh sekurang-kurangnya 8 jam setiap hari untuk tidur. Istirahat cukup bermanfaat untuk menghindari terbentuknya kantung mata, kulit keriput dan wajah kusam.
Keenam perhatikan penampilan Anda
Penampilan dan tata rias wajah juga memegang peranan penting. Meski usia terus bertambah, tetap perhatikan jenis kosmetik yang Anda pakai. Gunakan make-up tipis untuk kesan natural dengan tetap memperhatikan kondisi dan jenis kulit Sahabat.
Dan yang ketujuh Optimis selalu
Orang yang pesimis selalu tidak percaya diri, gampang putus asa, dan tak pernah memperhatikan penampilan, yang bisa berakibat depresi. Jadi, berusahalah menjadi orang yang optimis dalam segala hal, sebab ini akan membuat hidup Anda akan lebih sehat dan bahagia.
Nah, inilah sekilas tips – tips untuk mengisi posting hari ini, semoga bermanfaat
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai 7 Rahasia Agar Tetap Awet Muda. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Kisah Pohon Apel dan Anak Lelaki
Assalamu ‘alaikum, mungkin cerita yang saya posting ini sudah bukan yang baru lagi tapi tidak apalah bila tuk sekedar membuat kita merenungi kembali tentang hal yang terpenting dalam hidup kita, mari kita simak Kisah Pohon Apel berikut ini:
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Cerita ini sengaja saya angkat untuk mencerahkan kita bahwa hal yang penting itu mencintai orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya, dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita, sekian dulu semoga bermanfaat.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Kisah Pohon Apel dan Anak Lelaki. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Surat dari Sahabat
Mulai hari ini:
Perhatikan pikiran Anda sebelum berubah menjadi konsentrasi.
Perhatikan konsentrasi Anda sebelum berubah menjadi perasaan.
Perhatikan perasaan anda sebelum berubah menjadi perilaku.
Perhatikan perilaku Anda sebelum berubah menjadi hasil.
Perhatikan hasil yang anda dapat sebelum menentukan jalan hidup Anda.
Anda bukan label yang disandangkan oleh Anda sendiri, dan bukan label
yang disandangkan oleh orang lain pada Anda.
Anda bukan kesedihan, kecemasan, kekhawatiran, frustrasi, atau kegagalan.
Anda bukan usia, berat badan, bentuk tubuh, atau warna kulit Anda.
Anda bukan masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang.
Anda adalah makhluk paling baik yang diciptakan Allah.
Jika ada orang mampu mewujudkan sesuatu di dunia, Anda pasti bisa
mewujudkannya, bahkan bisa lebih baik.
Ingatlah bahwa malam adalah awal bagi siang.
Musim dingin adalah awal bagi musim panas.
Penderitaan adalah awal bagi ketenangan.
Kesulitan adalah awal bagi kebaikan.
Sikap optimis pada kebaikan adalah awal kekuatan diri.
Karena itu, nikmati setiap waktu anda.
Anggaplah sebagai babak akhir kehidupan anda.
Hiduplah dengan cinta kepada Allah.
Hiduplah dengan meneladani akhlak Rasulullah saw.
Hiduplah dengan cita-cita.
Hiduplah dengan perjuangan.
Hiduplah dengan kesabaran.
Hiduplah dengan cinta.
Hargailah kehidupan.
Perhatikan pikiran Anda sebelum berubah menjadi konsentrasi.
Perhatikan konsentrasi Anda sebelum berubah menjadi perasaan.
Perhatikan perasaan anda sebelum berubah menjadi perilaku.
Perhatikan perilaku Anda sebelum berubah menjadi hasil.
Perhatikan hasil yang anda dapat sebelum menentukan jalan hidup Anda.
Anda bukan label yang disandangkan oleh Anda sendiri, dan bukan label
yang disandangkan oleh orang lain pada Anda.
Anda bukan kesedihan, kecemasan, kekhawatiran, frustrasi, atau kegagalan.
Anda bukan usia, berat badan, bentuk tubuh, atau warna kulit Anda.
Anda bukan masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang.
Anda adalah makhluk paling baik yang diciptakan Allah.
Jika ada orang mampu mewujudkan sesuatu di dunia, Anda pasti bisa
mewujudkannya, bahkan bisa lebih baik.
Ingatlah bahwa malam adalah awal bagi siang.
Musim dingin adalah awal bagi musim panas.
Penderitaan adalah awal bagi ketenangan.
Kesulitan adalah awal bagi kebaikan.
Sikap optimis pada kebaikan adalah awal kekuatan diri.
Karena itu, nikmati setiap waktu anda.
Anggaplah sebagai babak akhir kehidupan anda.
Hiduplah dengan cinta kepada Allah.
Hiduplah dengan meneladani akhlak Rasulullah saw.
Hiduplah dengan cita-cita.
Hiduplah dengan perjuangan.
Hiduplah dengan kesabaran.
Hiduplah dengan cinta.
Hargailah kehidupan.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Surat dari Sahabat. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Lepas Kontrol dan Tak Terkendali
Sejenak untuk mengisi waktu kosong agar lebih bermakna maka sekedar kumanfaatkan saja dengan menulis sesuatu yang mungkin kita tidak nyadar kalau kita mengalami tema diatas.
Penyebab semua petaka dan kecelakaan ialah diri yang lepas kontrol dan tak terkendali, karenanya hawa nafsu menghalangi-halangi akal. Nah pembaca yang budiman karena diri yang lepas kontrol banyak bentuknya maka saya akan coba mengemukakan sebagian saja untuk diwaspadai, berikut ini uraiannya:
Penyebab semua petaka dan kecelakaan ialah diri yang lepas kontrol dan tak terkendali, karenanya hawa nafsu menghalangi-halangi akal. Nah pembaca yang budiman karena diri yang lepas kontrol banyak bentuknya maka saya akan coba mengemukakan sebagian saja untuk diwaspadai, berikut ini uraiannya:
- Ragu dan gamang ketika hendak memulai pekerjaan karena takut gagal, atau tidak mengerjakan sesuatu bila diyakini tidak akan berhasil.
- Tidak siap dikritik dan suka marah-marah karena sebab sepeleh. Jika marah, ia merusak apa saja, tidak memperdulikan akibatnya, dan tidak memperhitungkan kerugian.
- Menunda realisasi pekerjaaan (aktifitas), dan mengakhirkan sesuatu yang mestinya didahulukan karena lebih senang bersantai dan beristirahat.
- Bengong (termenung-menung) dan tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja.
- Membebani diri dengan sesuatu yang tak sanggup dipikulnya. Akibatnya, ia kalut, goyah, tak bisa memfokuskan energi, dan kehilangan keseimbangan.
- Tidak percaya kepada diri sendiri dan kemampuannya untuk melakukan pekerjaan apapun.
- Jenuh dan tidak melanjutkan pekerjaan apapun.
- dan masih banyak lagi......?
Pembaca yang budiman, semoga sekelumit atau selingan uraian diatas dapat membantu kita untuk lebih intropeksi diri dan adapun pada artikel selanjutnya saya akan coba ketengahkan solusinya dimana kita semua diuji dengan hal itu dalam kehidupan kita. Trimakasih atas perhatiannya. Wassalam.
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Lepas Kontrol dan Tak Terkendali. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Lelaki Yang Misterius
Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.
Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?
Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.
Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.
Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?
Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.
Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.
Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.
Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.
Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.
Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?
Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini: "Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.
Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras. Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.
Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?
Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.
Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu,di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.
Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.
Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.
Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis.Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf."
Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.
Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.
Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.
Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya.
Yuni menghampiri saya dan bilang, "Mama, saya bangga jadi anak Mama." Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.
(Entah dari mana asalnya kisah ini tapi semoga dapat menyentuh dan dapat merubah kita ke arah yang lebih baik)
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Lelaki Yang Misterius. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Maafkan Dita Ayah!

Kisah nyata ini mungkin Anda sudah pernah baca dari berbagai media atau mendengarnya dari kawan anda, tapi tidak apa-apa kalau kita angkat lagi buat semua yang telah menjadi orang tua dan atau calon orang tua.... Ingatlah....semarah apapun, janganlah kita bertindak berlebihan...
Sebagai orang tua, kita patut untuk saling menjaga perbuatan kita pada anak-anak yg masih kecil karena mereka masih belum tahu apa-apa.
Inilah kisahnya kita beri judul "Maafkan Dita Ayah.........!"
Suatu hari sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak yang diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu waktu dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,
"Kerjaan siapa ini !!!" ....
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan
'Saya tidak tahu..tuan."
"Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata
"DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!"
katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.
Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya.
"Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.
"Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas.
"Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.
"Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu.
Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.
"Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah. "Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
"Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang.
Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf..
hikz hikz udah dulu ya semoga bermanfaat, sampai jumpa di posting berikutnya..
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Maafkan Dita Ayah!. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Menanti Pasangan Hidup Ibarat Menunggu Busway
Sebuah Busway datang, dan anda mengatakan,
"Wah...Bis ini terlalu sumpek dan panas, tidak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"
Kemudian, bis berikutnyapun datang. Anda melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asyik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang lg, cool dan Anda berminat, tapi sayang dia tidak melirik sama sekali seakan-akan tidak melihat Anda dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan Anda. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi lagi-lagi Anda bilang,
"Nggak ada AC nih, aku bisa kepanasan". Maka Anda membiarkan bis keempat pergi..
Waktu terus berlalu, Anda mulai menyadari bahwa Anda bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, Anda sudah tak sabar lagi, Anda langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, Anda akhirnya kecewa kalau Anda salah menaiki busway. Busway tersebut jurusannya bukan yang Anda tuju!
Dan Anda baru sadar bahwa Anda telah menyia-nyiakan waktu sekian lama..
Moralitas dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. sebaliknya Anda pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan mereka.
Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk mencari 'pasangan hidup kita', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada dia yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi Anda masih bisa berteriak 'Kiri!' dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depan Anda, semuanya bergantung pada keputusan Anda.
Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantor, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau Anda benar-benar menemukan busway yang kosong, Anda sukai dan bisa Anda percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuan Anda, Anda dapat berusaha sebisa mungkin untuk menghentikan bis tersebut di depan Anda. Untuk dia memberi kesempatan Anda masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagi Anda sendiri, dan bagi dia.
Dan terakhir sebuah pertanyaan Busway seperti apa yang Kita tunggu?
"Wah...Bis ini terlalu sumpek dan panas, tidak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"
Kemudian, bis berikutnyapun datang. Anda melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asyik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang lg, cool dan Anda berminat, tapi sayang dia tidak melirik sama sekali seakan-akan tidak melihat Anda dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan Anda. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi lagi-lagi Anda bilang,
"Nggak ada AC nih, aku bisa kepanasan". Maka Anda membiarkan bis keempat pergi..
Waktu terus berlalu, Anda mulai menyadari bahwa Anda bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, Anda sudah tak sabar lagi, Anda langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, Anda akhirnya kecewa kalau Anda salah menaiki busway. Busway tersebut jurusannya bukan yang Anda tuju!
Dan Anda baru sadar bahwa Anda telah menyia-nyiakan waktu sekian lama..
Moralitas dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. sebaliknya Anda pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan mereka.
Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk mencari 'pasangan hidup kita', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada dia yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi Anda masih bisa berteriak 'Kiri!' dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depan Anda, semuanya bergantung pada keputusan Anda.
Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantor, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau Anda benar-benar menemukan busway yang kosong, Anda sukai dan bisa Anda percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuan Anda, Anda dapat berusaha sebisa mungkin untuk menghentikan bis tersebut di depan Anda. Untuk dia memberi kesempatan Anda masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagi Anda sendiri, dan bagi dia.
Dan terakhir sebuah pertanyaan Busway seperti apa yang Kita tunggu?
Author : Unknown
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Menanti Pasangan Hidup Ibarat Menunggu Busway. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada Google+, 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.







