Bingung dan Putus Asa

Banyak orang yang tidak tahu untuk apa ia diciptakan di dunia ini. Inilah pertanyaan yang kerap kali bertengger di kepala para filosof, “Kenapa aku tercipta?”. Jawaban atas pertanyaan ini erat kaitannya dengan penentuan tujuan hidup. Sebagian dari para filosof beranggapan bahwa Allah SWT, Menciptakan manusia hanya sekedar main-main. Tentunya pernyataan mereka amat bertentangan dengan firman Allah SWT, 
“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?”(al-Mu’minun[23]:115) 
Seorang Penyair yang bernama Iliyya Abu Madi mengungkapkan kebingungannya dengan ungkapan syair berikut;
Aku datang, dan aku tidak tahu dari mana,
Tapi aku telah datang,
Aku dapat melihat apa yang ada di depanku,
Sebuah jalan, lantas aku melaluinya,
Dan aku akan terus berjalan,
Jika aku menginginkannya ataupun merasa enggan.
Al-Qur’an memberikan jawabannya, 
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”(adza-Dzariyat[51]:56-58) 
Tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan tersebut kecuali Islam. Islam telah menunjukkan arah dan tujuan diciptakannya manusia. 
Dan sesungguhnya tujuan yang paling utama dalam hidup ini adalah upaya mencari keridhaan Allah SWT dan masuk kedalam surga.

0 Komentar Blog
Komentar Twitter
Komentar Facebook

0 komentar:

Posting Komentar